
Salah satu makanan yang sedang digemari masyarakat (kaula muda) saat ini, ialah burger.
Kudapan ini merupakan salah satu menu favorit masyarakat Amerika Serikat sejak tahun 1950-an. Namun demikian, makanan sejenis burger sebetulnya telah di kenal di Eropa sejak periode Romawi berkuasa.
Di Indonesia, jika Anda berkunjung ke kota besar semisal Jakarta, maka sepanjang jalan akan mudah terlihat penjaja burger ini. Dari yang hanya menggunakan gerobak sederhana, sampai dengan resto ataupun kafe yang khusus menjual burger ini.
Mereknya pun sangat beragam, dari yang bermerek lokal sampai dengan franchise resmi dari negara seberang.
Untuk kesempatan ini kita akan coba menganalisis kelayakan franchise Edam Burger, yang dimiliki oleh Made Ngurah Bagiana.
Analisis Usaha Edam Burger :
INVESTASI AWAL
2 Booth complete Rp 6 juta
PENDAPATAN OPERASIONAL PER BULAN
Penjulan Mini Burger Rp 1,8 juta
Penjulan Burger Bread Rp 1,2 juta
Penjulan Sousages Burger Rp 1,5 juta
Total Pendapatan Rp 4,5 juta
BIAYA OPERASIONAL PER BULAN
Biaya Tetap
Gaji 2 karyawan Rp1.000.000
Sewa Tempat Rp1.000.000
Biaya Variable
Bahan Baku Rp 2,4 juta
Peralatan Rp300 ribu
Komisi Karyawan Rp120 ribu
Listrik, air & dll Rp250 ribu
Total Biaya Rp3,3 juta
LABA OPERASIONAL Rp 1,2 juta
Payback Periode 5 Bulan
Asumsi :
- Investasi awal dengan 2 booth
- Penjualan sebanyak 40 burger / hari
- Margin penjualan sekitar 75% - 85%
Tidak ada komentar:
Posting Komentar